5 Rahasia yang Menyelimuti Pembuatan Film Superhero Gundala

film superhero gundala
Film Superhero Gundala (Photo: instagram @abimana_arya)

Film bergenre superhero nampaknya masih menjadi primadona bagi pelaku industri film dalam mencari keuntungan. Setelah Avenger: End Game dan Spider Man: Far From Home sukses membius banyak penonton, kini satu lagi akan segera tayang yakni film superhero lokal Gundala.

Di garap oleh rumah produksi Bumilangit Studios, Screenplay Films, dan Legacy Pictures serta disutradarai oleh Joko Anwar, film superhero Gundala akan segera tayang pada Agustus mendatang.

Dilansir dari Detik.com, film Gundala ini merupakan adaptasi dari komik legendaris di Indonesia berjudul Gundala Putra Petir, karangan Harya Suraminata (Hasmi) yang pertama kali diperkenalkan pada tahun 1969.

Nama Gundala sendiri berasal dari kata Gundolo yang berarti petir. Sesuai dengan namanya, sosok superhero yang diperankan oleh Abimana Aryasatya alias Sancaka itu mempunyai kekuatan petir.

Sebelum menyaksikan dan penasaran dengan filmnya, kalian terlebih dahulu bisa menyimak beberapa fakta menarik dari film superhero Gundala ini. Apa saja itu? Berikut rangkumannya:

5 Fakta Menarik Film Superhero Gundala

1. Terinsirasi Legenda Ki Ageng Selo

Melalui akun Twitter resminya, Joko Anwar yang merupakan sutradara dari film ini mengatakan tokoh Gundala terinspirasi dari legenda sekaligus tokoh spiritual leluhur raja-raja kesultanan Mataram, Ki Ageng Selo.

Ki Ageng Sela pernah dikisahkan dapat menangkap petir ketika sedang bertani. Hal itulah yang menginspirasi lahirnya sosok superhero Gundala, yang memiliki kekuatan super bisa memancarkan gledek dari telapak tangannya.

2. Kostum Gundala Dibuat di Amerika Serikat

Dalam membuat film superhero yang berkualitas, rumah produksi yang menggarap film Gundala ini tidak mau membuat karya yang main-main.

Hal itu bisa dilihat dari kostum superhero yang akan dikenakan oleh Gundala. Dikatakan oleh Joko Anwar, kostum tersebut dibuat di Amerika Serikat.

Tepatnya di sebuah perusahaan di Los Angels, yang terbiasa mengerjakan kostum film-film superhero hollywood termasuk Watchmen dan Daredevil.

Baca juga: Film Indonesia dengan Plot Twist Terbaik

3. Proses Syuting Selama 53 Hari

Dalam pembuatan film superhero Gundala, rupanya seluruh tim yang terlibat produksi tidak mudah menjalankannya. Bahkan, proses syutingnya memakan waktu hingga 53 hari di beberapa 70 lokasi diantaranya Jakarta, Cilegon, dan Purwakarta.

Menurut Joko Anwar selaku sutradara, hal itu dilakukan bertujuan untuk menyesuaikan dengan sosok Gundala atau Sancaka yang diperankan oleh Abimana.

4. Menulis Naskah di Museum dan Kuburan

Hal unik dilakukan oleh Joko Anwar dalam menulis naskah skenario film ini. Dirinya mengaku menulis di tempat yang tak biasa yakni museum dan kuburan. Hal itu dilakukan karena ia membutuhkan ketenangan dan kesunyian untuk bisa membuat alur cerita yang bagus dari adopsi komiknya.

5. Komik Tidak Dilanjutkan

Seperti diketahui, alur cerita film superhero Gundala ini diadaptasi dari komik. Namun, siapa sangka ternyata komik tersebut tidak dikembangkan lebih lanjut, dan terhenti ditahun 1949-an.

Baca juga: Film Kanibal

Hal tersebut dikarenakan sang kreator, Harya Suraminata diminta oleh Presiden Soeharto saat itu, untuk membuat komik figuratif lain dengan mengambil latar belakang cerita Serangan Umum 1 Maret 1949, dan diterbitkan dengan judul Merebut Kota Perjuangan.

Permintaan tersebut muncul, saat Harya Suraminata tengah menggarap komik terbaru Gundala dengan judul Surat dari Akherat yang rencananya terbit sebanyak 12 jilid. Dengan terpaksa sang kreator, harus meninggalkan pembuatan Gundala dan berfokus kepada komik figuratif tersebut dan terhenti selamanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *