10 Rekor Sepakbola yang Sulit Dipecahkan di Liga Champions

Sepak bola memang menjadi olahraga paling populer di seluruh penjuru dunia. Salah satu turnamen sepak bola paling prestisius di dunia adalah Liga Champions. Dalam kompetisi ini, berbagai klub elit Eropa berlomba untuk meraih trofi untuk menjadi klub terbaik di benua biru tersebut. Sepanjang bergulirnya Liga Champions, telah terukir berbagai momen yang menarik hingga menjadi catatan rekor tersendiri, baik secara klub maupun individu. Oleh karenanya, berikut adalah sepuluh rekor sepakbola yang sulit dipecahkan.

Rekor Sepakbola yang Sulit Dipecahkan

1. Pencetak Gol Termuda

rekor sepakbola yang sulit dipecahkan, Ansu Fati
Ansu Fati (pic: detik.com)

Pencetak gol termuda di Liga Champions adalah Ansu Fati. Ya, pemain sayap dari klub raksasa asal Spanyol, Barcelona, ini telah mencatatkan rekornya di usia 17 tahun 40 hari. Momen tersebut terjadi saat timnya melawan Inter Milan pada 10 Desember 2019 lalu.

Sayang, gol milik pemain asal Spanyol ini tidak bisa membawa timnya meraih kemenangan lantaran Barcelona harus kalah 1-2 dari klub raksasa asal Italia tersebut.

2. Pemain Termuda

Youssoufa Moukoko adalah pemain termuda yang pernah tampil di Liga Champions. Kala itu, striker muda milik Borussia Dortmund tersebut mencatatkan sejarahnya di usia 16 tahun 18 hari.

Meski baru tampil dari bangku cadangan di menit ke-58, pemain berkebangsaan Jerman ini mampu menorehkan sejarahnya tersendiri. Bagusnya lagi, laga tersebut juga dimenangi timnya usai mengalahkan klub asal Russia, FC Zenit, dengan skor 2-1 pada 8 Desember 2020 kemarin.

Baca juga: Selebrasi Gol Paling Kontroversial

3. Pemain Tertua

Jika kalian mengira bahwa kiper legendaris Juventus, Gianluigi Buffon, adalah pemain tertua yang pernah berlaga di turnamen ini, maka kalian salah. Ia masih kalah tua dari kiper Lazio, Marco Ballotta.

Ya, penampilan terakhir kiper kelahiran Italia tersebut di Liga Champions adalah saat ia berusia 43 tahun 253 hari. Rekor tersebut ia ciptakan kala timnya melawan Real Madrid pada 11 Desember 2007 lalu.

4. Hattrick Tercepat

Rekor ini diciptakan bukan dari nama-nama besar, seperti Lionel Messi atau Cristiano Ronaldo. Namun, rekor ini menjadi milik Bafetimbi Gomis. Gol hattricknya tersebut ia catatkan di menit ke-45 (babak pertama), 48, dan 52.

Dengan begitu, ia hanya membutuhkan delapan menit saja untuk bisa mencetak ketiga golnya tersebut. Raihan ini ia ciptakan saat masih berseragam Olympique Lyon yang melawan Dinamo Zagreb di Kroasia pada 7 Desember 2011 lalu.

5. Pemain dengan Gol Terbanyak dalam Satu Pertandingan

Messi memang tidak mencatatkan sebagai pencetak hattrick tercepat, namun ia memegang rekor yang tak kalah hebatnya, yakni pencetak gol terbanyak dalam satu pertandingan Liga Champions dengan raihan lima gol.

Raihan tersebut dihasilkan saat timnya, Barcelona, membantai Bayer Leverkusen dengan skor 7-1 pada 7 Maret 2012. Selang 2,5 tahun kemudian, rekor Messi ini disamai oleh striker Shakhtar Donetsk, Luiz Adriano, yang menyarangkan lima gol dari total kemenangan 7-0 timnya atas BATE Borisov pada 22 Oktober 2014.

6. Jumlah Gol Terbanyak dalam Satu Pertandingan

Rekor ini terjadi saat Borussia Dortmund menumbangkan Legia Warsawa pada 22 November 2016 lalu. Dari total 12 gol, Dortmund memborong delapan gol dan empat gol sisanya dicetak lawannya yang berasal dari klub Polandia.

7. Pemain dengan Gol Terbanyak dalam Satu Musim

Kehebatan seorang Cristiano Ronaldo memang tak diragukan lagi. Kali ini, rekor yang diciptakan megabintang asal Portugal adalah dengan membukukan 17 gol dalam satu musim di Liga Champions pada musim 2013-2014.

Tidak hanya itu, ia bahkan merajai di tiga peringkat teratas sebagai pencetak gol terbanyak dalam semusim Liga Champions lainnya, yakni pada musim 2015-2016 (16 gol), dan musim 2017-2018 (15 gol). Bahkan, ketiga rekor tersebut diciptakannya saat masih berseragam Real Madrid.

8. Kiper dengan Pencetak Gol Terbanyak

Mencetak gol dari pemain non-kiper? Itu hal biasa. Yang luar biasa adalah saat kiper mampu mencetak gol, terlebih lagi di Liga Champions. Ya, ialah Hans-Jorg Butt yang sanggup melakukan hal itu dengan mengemas total tiga gol di kompetisi teratas di Eropa tersebut.

Uniknya lagi, ketiga golnya itu selalu dicetak ke gawang Juventus ketika kiper berpaspor Jerman tersebut membela di tiga tim berbeda, yakni Hamburg, Bayer Leverkusen, dan Bayern Munchen.

9. Cleansheet Terlama dalam Satu Musim

Saat masih membela Arsenal, Jens Lehmann mampu membuat rekor cleansheet terlama di Liga Champions. Saat itu, gawangnya tak pernah kebobolan satu pun sejak bermain di fase grup hingga ke fase gugur di musim 2005-2006, atau lebih tepatnya sejak Oktober 2005 hingga April 2006 lalu.

Bahkan di babak final pun, gawangnya masih tak terkalahkan. Sayang, rekornya tersebut harus terhenti akibat ia diganjar kartu merah di menit ke-18. Dengan begitu, ia telah mencatatkan cleansheet selama 800 menit selama bermain di Liga Champions 2005-2006.

Baca juga: Pesepak Bola Muda Paling Mahal di Dunia

10. Kehadiran Penonton Terbanyak di Stadion

Stadion Camp Nou, Spanyol
Stadion Camp Nou, Spanyol (pic: indosport.com)

Salah satu keseruan sepak bola adalah dengan hadirnya penonton di stadion. Bahkan, para suporter ini bisa disebut sebagai pemain ke-12 dari kedua tim yang sedang bertanding. Bahkan, beberapa pertandingan besar bisa meraup puluhan hingga ratusan ribu penonton dalam satu pertandingan.

Di ajang Liga Champions sendiri, rekor kehadiran penonton terbanyak mencapai 115.500 orang yang hadir di Stadion Camp Nou, Spanyol. Momen tersebut terjadi kala tim tuan rumah, Barcelona, melawan klub raksasa Prancis, Paris Saint-Germain di Liga Champions musim 1994-1995 silam.

Nah itulah 10 rekor sepakbola yang sulit dipecahkan di Liga Champions, bagaimana menurutmu? Yuk berikan pendapat kamu di kolom komentar ya.

Penulis: Agustinus Galih
Editor: AD

Check Also

romelu lukaku dan jordan lukaku, kakak adik termahal di sepakbola dunia

10 Kakak Adik Termahal dalam Sejarah Sepak Bola Dunia

Pemandangan kakak-beradik yang sama-sama menekuni profesi yang sama memang sudah tak asing lagi, khususnya di …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *