10 Selebrasi Gol Paling Kontroversial di Dunia

Terdapat berbagai cara bagi pesepak bola untuk merayakan golnya. Mulai dari hal yang unik, konyol, hingga kontroversial. Namun, terdapat beberapa aturan yang sudah ditetapkan oleh Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) terkait selebrasi, salah satunya adalah mengandung unsur politik dan rasisme. Berikut adalah 10 selebrasi gol paling kontroversial.

Selebrasi Gol Selfie Francesco Totti
Selebrasi Gol Selfie Francesco Totti (bleacherreport.com)

10 Selebrasi Gol Kontroversial

1. Emanuel Adebayor (Manchester City)

Salah satu bintang Manchester City, Emanuel Adebayor, melakukan selebrasi kontroversial saat menjamu mantan timnya, Arsenal, pada September 2009 lalu. Selebrasinya tersebut dilakukan dengan mengejek ribuan suporter Arsenal. Setelah mencetak golnya, ia berlari ke arah tribun yang diisi oleh pendukung Arsenal. Gesturnya pun menunjukkan sikap mengejek. Selebrasinya tersebut berujung pada skorsing dua pertandingan.

Rupanya, ada alasan tersendiri mengapa pemain asal Tobago ini nekat melakukan aksinya tersebut. Selebrasinya tersebut merupakan ungkapan kekecewaannya terhadap Arsenal, di mana saat berada di lorong ganti, ia mencoba bersalaman dengan mantan rekan setimnya itu namun tidak digubris. Tidak hanya itu, saat di lapangan pun Adebayor juga mendengar bahwa sebagian fans bernyanyi untuk menghina ayah dan ibunya.

2. Robbie Fowler (Liverpool)

Menilik lebih jauh ke belakang, Robbie Fowler juga pernah melakukan selebrasi kontroversial saat dirinya berhasil mencetak gol ke gawang Everton pada April 1999 silam. Setelah mencetak gol, legenda Liverpool tersebut langsung menjatuhkan lututnya dan berjalan membungkuk ke arah tanah. Ia juga menekan salah satu sisi hidungnya dan berpose seolah – olah layaknya sedang menghirup obat terlarang berjenis kokain.

Selebrasi tersebut juga punya arti tersendiri baginya. Menurutnya, aksinya itu merupakan sindirannya kepada suporter Everton yang sering menuduhnya mengonsumsi obat-obatan terlarang. Karena merasa tidak terima, pihak Everton melaporkan Fowler ke FA dan berujung pada hukuman larangan tampil selama empat pertandingan untuk pemain asal Inggris tersebut.

Baca juga ya: 10 Klub Sepak Bola Indonesia dengan Followers Instagram Terbanyak

3. Ruud van Nistelrooy (Belanda)

Legenda asal Belanda, Ruud van Nistelrooy, terlihat begitu puas usai menggilas Andorra 4-0 pada kualifikasi Piala Dunia 2006 lalu. Pasalnya, ia berhasil melakukan balas dendam terhadap bek Andorra, Antonio Lima, di mana sang pemain bertahan tersebut sempat menertawakan Nistelrooy yang gagal dalam mengeksekusi penalti. Ejekannya tersebut dilakukan persis di depan wajah Nistelrooy.

Enam menit kemudian, Nistelrooy akhirnya benar-benar membobol gawang Andorra. Legenda Manchester United dan Real Madrid tersebut langsung membalaskan dendamnya dengan berlari ke arah Antonio dan berbalik tertawa di depan wajahnya. Meski aksinya membuat dirinya diganjar kartu kuning, Nistelrooy tampak benar-benar puas atas selebrasinya tersebut.

4. Granit Xhaka dan Xherdan Shaqiri (Swiss)

Masih di pertandingan internasional, Granit Xhaka dan Xherdan Shaqiri melakukan selebrasi kontroversial saat berhasil membawa negaranya, Swiss, menang atas Serbia pada Piala Dunia 2018 kemarin. Mereka merayakan golnya dengan melakukan gerakan tangan dengan membentuk seperti lambang burung yang ada di bendera Albania. Selebrasinya tersebut didedikasikan untuk tanah kelahiran mereka, Kosovo, yang mayoritas penduduknya beretnis Albania.

Sedikit catatan, Kosovo mendeklarasikan kemerdekaannya dari Serbia pada 2008 lalu. Tetapi, Serbia tidak pernah mau mengakuinya sehingga tensi antar kedua negara ini memanas. Di sisi lain, selebrasi gol yang mengandung unsur politik tentu saja dilarang dalam sepak bola. Oleh karenanya, kedua pemain ini akhirnya dikenai denda.

5. Giorgos Katidis (AEK Athens)

Pemain muda AEK Athens, Giorgos Katidis, sempat melakukan selebrasi yang begitu kontroversial saat ia berhasil mencetak gol ke gawang Veria pada 2013 lalu. Dalam selebrasinya, ia membentangkan tangannya ke atas layaknya melakukan penghormatan ala Nazi. Atas aksi negatifnya tersebut, ia mendapat ganjaran keras dari sejumlah pihak. Ia dilarang bermain untuk timnya di sisa musim tersebut.

Bagi Federasi Sepak Bola Yunani, aksi dengan menunjukkan salam ala Nazi tersebut adalah sebuah provokasi sangat berat. Hal itu juga merupakan bentuk penghinaan terhadap korban kekejaman Nazi. Oleh karenanya, pihak federasi menjatuhkan hukuman kepada sang pemain berupa larangan bermain untuk Tim Nasional (Timnas) Yunani seumur hidup.

6. Nicolas Anelka (West Bromwich Albion)

Hal yang mirip juga dilakukan oleh striker asal Prancis, Nicolas Anelka, saat memperkuat West Bromwich Albion melawan West Ham United pada Desember 2013. Saat itu, Anelka merayakan golnya dengan membentangkan tangan kanannya ke bawah dan tangan kirinya memegang lengan kanannya.

Gestur tersebut sebenarnya dipopulerkan oleh komedian Prancis, Dieudeonne. Namun, sebagian orang menganggap bahwa aksinya tersebut merupakan salam Nazi yang dibalik. Akibat peristiwa tersebut, ia mendapat larangan bermain di lima laga oleh FA. Tidak hanya itu, pihak West Brom akhirnya memecat Anelka karena dianggap melakukan tindakan tidak etis, yakni mengumumkan niatnya meninggalkan sang klub lewat media sosial.

7. Nicklas Bendtner (Denmark)

Penyerang Denmark, Nicklas Bendtner, harus membayar denda sebesar 100 ribu euro (Rp1,1 miliar) dan mendapat larangan bermain satu laga untuk Timnasnya di Piala Eropa 2012. Pasalnya, ia melakukan selebrasi dengan memamerkan celana dalamnya usai mencetak gol ke gawang Portugal pada Juni 2012 lalu.

Menjadi fokus permasalahan tidak hanya soal memamerkannya saja, tetapi tulisan yang terdapat di celana dalam, yaitu “Paddy Powder”. Ya, tulisan tersebut adalah sebuah nama perusahaan judi yang berbasis di Irlandia. Hal ini jelas melanggar aturan UEFA dan sekaligus membuat Denmark malu karena sebenarnya negaranya telah terikat kerja sama dengan perusahaan judi lain, Ladbrokes.

8. Luis Suarez

Suarez memang dikenal sebagai pemain yang sering melakukan hal-hal kontroversial. Saat masih berseragam Liverpool, ia membobol gawang rival abadi dari timnya, Everton, pada Oktober 2012 silam. Usai mencetak golnya, ia langsung berlari ke area bangku cadangan Everton dan sengaja menjatuhkan badannya sambil melebarkan tangannya.

Maksud dari selebrasi tersebut adalah untuk menunjukkan kekesalan Suarez kepada pelatih Everton, David Moyes, karena dirinya sering dianggap melakukan diving. Di akhir laga, Moyes pun rupanya tidak mempermasalahkan selebrasi tersebut, namun ia menyayangkan wasit mengapa tidak memberinya kartu merah pada bintang asal Uruguay tersebut.

Baca juga ya: 10 Pesepak Bola dengan Followers Instagram Terbanyak di Asia Tenggara

9. Cristiano Ronaldo

Megabintang Juventus, Cristiano Ronaldo, menjadi sorotan publik saat mengalahkan Atletico Madrid lewat gol hattricknya di laga leg kedua babak 16 besar Liga Champions 2018-2019 lalu. Setelah mencetak gol ketiga, Ronaldo melakukan selebrasi cojones (selebrasi selangkangan) dan membuat timnya lolos ke babak selanjutnya usai unggul agregat 3-2 atas tim tamu.

Aksinya tersebut merupakan selebrasi balasan kepada pelatih Atletico, Diego Simeone, yang sebelumnya juga melakukan hal yang sama di laga leg pertama. Tertinggal agregat 0-2 membuat Ronaldo mendapat banyak ejekan dari fans Atletico. Namun, di laga leg kedua inilah Ronaldo sukses membalaskan dendamnya dengan menghancurkan Atletico seorang diri lewat gol hattricknya.

10. Francesco Totti (AS Roma)

Siapa yang tak kenal dengan legenda yang satu ini? Ya, Totti merupakan “one man club” atau pemain yang hanya bermain untuk satu klub di sepanjang kariernya. Pria yang kini berusia 44 tahun tersebut pernah merayakan golnya secara unik dengan melakukan selfie di hadapan ribuan suporternya usai mencetak gol ke gawang rival abadi klubnya, Lazio, pada 11 Januari 2015 lalu.

Usai mencetak gol, sang kapten langsung berlari ke arah tribun suporternya dan mengambil handphonenya yang sebelumnya sudah dititipkan ke pelatih kiper Roma, Guido Nanni. Selebrasi tersebut rupanya memang sudah dipersiapkan, baik itu dari Totti maupun dari klubnya sendiri.

Hal ini sebagai bentuk dukungan terhadap presiden Roma, James Pallotta, yang ingin lebih mengenalkan timnya ke seluruh dunia. Pallotta pun percaya, media sosial merupakan sarana yang ampuh untuk bisa lebih dikenal dunia, makanya ia mempersiapkan momen tersebut.

Penulis: Agustinus Galih Permadi
Editor: AD

Check Also

romelu lukaku dan jordan lukaku, kakak adik termahal di sepakbola dunia

10 Kakak Adik Termahal dalam Sejarah Sepak Bola Dunia

Pemandangan kakak-beradik yang sama-sama menekuni profesi yang sama memang sudah tak asing lagi, khususnya di …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *