Home > InfoBola > 3 Pemain Sepak Bola yang Layak Dibuatkan Film Layar Lebar

3 Pemain Sepak Bola yang Layak Dibuatkan Film Layar Lebar

Tidak ada yang menyangkal bahwa saat ini Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi masih menjadi ikon sepakbola modern. Keduanya merupakan penyerang yang sangat tangguh di lini depan, lihai dan memiliki kecepatan di atas rata-rata.

Maka tidak heran bila suatu saat nanti, akan ada film yang mengangkat tema kehidupan mereka sebelumnya. Seperti yang kita ketahui, baik Ronaldo maupun Messi memiliki cobaan hidup yang berat sebelum akhirnya menjadi seorang pesepakbola yang sukses.

Ronaldo memiliki pengalaman bagaimana ayahnya meninggal dunia karena kecanduan alkohol. Hal tersebut lah yang membuat dirinya enggan untuk meminum alkohol hingga kini. Sementara Messi memiliki kelainan pada pundaknya yang pincang sebelah, dan sempat diragukan untuk menjadi seorang pesepakbola.

Kisah-kisah kelam nan membangun dari keduanya dapat dihadikan film yang baik dan bagus untuk kita pelajari di kemudian hari. Namun ternyata, terdapat beberapa pesepakbola lainnya yang memiliki masa-masa kelam namun kini sukses sebagai seorang pesepakbola. Siapa saja mereka? Berikut ulasannya.

Zlatan Ibrahimovic

Pencinta sepakbola mana yang tidak kenal dengan Zlatan Ibrahimovic? Dirinya memang tidak setenar Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi, namun Zlatan terkenal akan sifatnya yang mendewakan diri sebagai seorang pesepakbola.

Tajam di lini depan? Iya. Tampan? Iya. Tinggi dan gagah? Iya. Namun yang kurang darinya dibandingkan dengan Messi maupun Ronaldo adalah adalah gelar Liga Champions. Meskipun begitu, dirinya tetap tampil pede di media sosial. Ditambah dengan sikapnya yang garang di atas lapangan, membuat para pencinta sepakbola turut memberikan respek kepadanya.

Maka tak heran bila nantinya ada produser film yang menawarkan dirinya untuk dibuat sebauh film. Selain karena memiliki fans yang banyak, kehidupan Zlatan di masa lampau juga layak untuk dijadikan sebuah tontontan yang membangun.

Zlatan kecil diketahui hidup dengan lingkungan yang keras, pasca kedua orang tuanya memutuskan untuk bercerai. Hal tersebut pun merambat pada kehidupannya di sekolah, yang mana dirinya kerap menjadi korban bullying.

Hingga pada akhirnya Zlatan menemukan olahraga sepakbola, dan meyakinkan dirinya untuk memulai karier dari situ. Dengan giat dirinya berlatih sepakbola, dibarengi dengan latihan taekwondo yang membuatnya mendapatkan sabuk hitam.

Berkat ketekadan dirinya yang kuat dan pantang menyerah, kini kita dapat mengenal Zlatan Ibrahimovic yang dikenal sebagai legenda Timnas Swedia dan juga pesepakbola yang tajam.

Rickie Lambert

Kisah Rickie Lambert dapat dikatakan sebagai kisah pesepakbola yang wajib untuk dijadikan contoh. Lambert diketahui sempat menjalani trial dengan Liverpool ketika usianya menginjak 15 tahun, namun ditolak karena gagal lolos.

Akibatnya, ia memutuskan untuk menjadi seorang buruh pabrik dengan upah sebesar 20 poundsterling per hari. Tapi, dirinya tidak melepas kecintaannya kepada sepakbola dan memutuskan untuk berlatih sepakbola sore harinya dengan klub Macclesfield.

Lambat laun, Lambert pun dikenal sebagai penyerang yang tahan banting di lini depan. Dirinya kuat dalam berduel udara dan mempertahankan bola untuk membuka ruang. Hal tersebut membuat dirinya direkrut oleh beberapa klub seperti Blackpool, Stockport, Rochdale, hingga Bristol.

Hingga pada akhirnya pemandu bakat Southampton pun melihat bakatnya tersebut, dan merekrutnya pada 2009. Dirinya menjadi salah satu kunci kesuksesan membawa Southampton berkembang dari League One (divisi tiga Inggris), hingga Liga Primer Inggris.

Puncaknya adalah saat dirinya direkrut oleh Liverpool di tahun 2014 di umurnya yang telah menginjak 32 tahun kala itu. Meskipun tampil sebagai pelapis Suarez, Lambert tetap bangga karena saat kecil dirinya selalu mengidam-idamkan bermain untuk Liverpool.

Jamie Vardy

Salah satu kejutan yang datang dari Tanah Inggris adalah terpilihnya Leicester City sebagai klub asal yang tidak diunggulkan untuk menjadi juara Liga Primer Inggris musim 2015/16. Kehebatan The Foxes kala itu tak lepas dari ketajaman Jamie Vardy di lini depan.

Namun tahukah Anda bila Jamie Vardy dulunya sempat mengalami masa-masa suram sebelum menjadi salah satu penyerang tajam di Liga Primer Inggris? Diketahui, Vardy memulai karier sepakbola dengan lambat, yang mana membuat dirinya ditendang dari akademi kampung halamannya, Sheffield Wednesday.

Tak patah arang, dirinya pun memutuskan untuk kembali bermain sepakbola dengan bergabung ke Stocksbridge Park Steels pada 2007. Bersama dengan Park Steels, dirinya kian berkembang sebagai penyerang di lini depan.

Namun, gajinya yang kecil memaksa dirinya untuk mencari pekerjaan sampingan sebagai buruh pabrik alat-alat penyangga patah tulang untuk menyambung hidup.

Selain itu, Vardy sempat berurusan dengan pihak kepolisian karena memukuli remaja yang mengejek rekannya karena menggunakan alat bantu dengar. Dirinya pun mendapatkan hukuman kurungan di dalam rumah.

Meskipun begitu, Vardy tetap gigih menghadapi situasi yang ada. Saat pertandingan tiba, dirinya harus melompati pagar agar dapat bermain, meskipun setelahnya ia kembali ke rumah dengan dikawal oleh pihak kepolisian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *