Home » Tutorial » 11 Cara Mempercepat Loading Website Agar Makin Ngebut

11 Cara Mempercepat Loading Website Agar Makin Ngebut

Banyak pertanyaan yang akan muncul di benakmu, “kenapa sih website Saya agak lemot?” , “kok website Saya berat banget?”. Kemudian, bagaimana cara mempercepat loading website?

Dalam hal ini tidak perlu bingung, buat Kamu yang memiliki kendala tersebut terutama tentang kecepatan website Saya akan membagikan pengalaman pribadi yang sudah Saya praktekkan di website infodong.id dan hasilnya mendapat skor 100.

Oleh karena itu sebelumnya Kamu harus tau mengapa kecepatan sebuah website itu sangat penting, karena jika website Kamu lebih lambat 1 detik daripada kompetitor, maka website Kamu akan ditinggalkan oleh pengguna atau pelanggan.

Faktanya rasio pentalan juga bisa sangat tinggi sekali. Karena itu simak yuk beberapa fakta menarik seputar tentang kecepatan website yang dirangkum dari berbagai sumber:

  • Kurang lebih 90% pengguna ponsel menutup website langsung ketika menunggu loading halaman website yang lemot hingga 5 detik.
  • Jika Website lambat 1 detik dapat menurunkan kepuasan pengguna atau pelanggan sebesar 16%.
  • Website lambat 1 detik dapat mengurangi tampilan halaman sebesar 11%.
  • Website Kamu lambat 1 detik dapat menyebabkan hilangnya pendapatan toko Kamu.
  • Kurang lebih 73% pengguna internet bermasalah dengan website yang lemot, sehingga memutuskan untuk menutup website tersebut meski informasinya belum sampai terbuka.

Bagaimana, sudah ada gambaran tentang kecepatan website kan? Dalam hal ini sangat berpengaruh sekali ketika website Kamu adalah toko online.

Selanjutnya berikut adalah solusi terbaik agar website Kamu makin ngebut ketika diakses berdasarkan pengalaman Saya.

*Disclaimer: Berdasarkan pengalaman Saya, beda template dan beda hosting dapat mempengaruhi skor kecepatan website. Ada yang mendapat hasil bagus ketika menerapkan cara ini dan ada juga yang belum mendapatkan hasil maksimal.

*Terkadang juga ada contoh masalah, misalkan template sudah sama, hosting juga sudah sama, setting plugin juga sama, tetapi hasilnya juga bisa beda. Inilah yang disebut faktor tak terduga. Mesti dicek lebih dalam website tersebut.

*Saya sudah mencoba di beberapa template berbeda, template yang pernah Saya ujicoba mendapat skor antara 82 sampai 94. Dan yang template terbaru ini mendapat skor 100. Jadi jangan putus asa untuk mencoba selalu ya sobat!

hasil optimasi website infodong, cara mempercepat loading website infodong
Hasil optimasi website infodong

Cara Mempercepat Loading Website

1. Pilih Hosting yang Tepat

Berdasarkan pengalaman Saya, hosting sangat berpengaruh banget untuk kecepatan sebuah website, untuk itu pilihlah hosting yang mempunyai reputasi yang baik dan telah berdiri sejak lama alias berpengalaman dalam dunia perhostingan.

Dalam hal ini, Saya menggunakan hosting Rumahweb.com (ini bukan iklan loch ya, hehe), sejauh ini Saya tidak ada kendala menggunakan hosting di penyedia hosting tersebut. Sudah bertahun-tahun saya menggunakannya, kecepatan website juga stabil dan lancar.

2. Pilih Template Website yang Ringan

cara mempercepat loading website
Yang di lingkaran merah adalah total size ketika memuat website infodong.id

Template website juga menjadi salah satu faktor penting dalam kecepatan sebuah website. Sebelum Kamu menggunakan template tersebut, pastikan Kamu sudah melakukan ujicoba pada website klonengan atau website untuk testing.

Perhatikan jumlah size kb ketika pertama kali di akses, apakah berat atau ringan. Jika tidak berat, silahkan gunakan template tersebut. Yang kedua pastikan juga template tersebut tidak rusak dari segi coding, mulai dari html hingga javascript.

Jika semua lancar dan tidak ada kendala, silahkan terapkan pada website utama. Isi beberapa konten di dalam website tersebut, kemudian coba analisa menggunakan tools ini Pingdom Website Speed Test.

Website infodong sendiri menggunakan template GeneratePress. Pertanyaannya, mengapa memilih template ini? GeneratePress adalah template super ringan ketika diakses pertama kali, jadi ini alasan Saya memilih template ini.

3. Pilih Plugin Sesuai Kebutuhan

Plugin diatas adalah plugin yang diterapkan oleh website infodong.id
Plugin diatas adalah plugin yang diterapkan oleh website infodong.id

Saran dari Saya, jangan kebanyakan menggunakan plugin karena bisa menambah beban server ketika di akses. Pilihlah plugin sesuai kebutuhan saja meskipun terdapat banyak pilihan plugin yang bagus – bagus.

Sebagai contoh, misalkan untuk optimasi SEO terdapat beberapa plugin yang bagus seperti Yoast SEO, All in One SEO Pack, SEO Ultimate dan masih banyak lagi.

Meskipun terdapat banyak pilihan plugin, Saya hanya menggunakan plugin Yoast SEO, karena ini juga sudah maksimal untuk menjadi senjata utama mengoptimalkan konten.

Selanjutnya, untuk plugin lainnnya Saya menggunakan plugin sebagai berikut:

  • LiteSpeed Cache (ini untuk membantu kecepatan website)
  • Easy Table of Contents (ini untuk konten, daftaf isi di dalam artikel)
  • Flying Scripts by WP Speed Matters (ini untuk optimasi script pihak ketiga)
  • Classic Editor (ini pasti udah pada tahu kan :p)
  • Ad Inserter (ini untuk peletakkan iklan adsense)
  • GP Premium (ini template premium yang Saya pakai)
  • Recent Posts Widget With Thumbnails (ini untuk konten juga)

Bagaimana dengan settingan plugin infodong.id, tidak banyak bukan? Karena Saya memakai hanya sesuai kebutuhan saja, secara garis besar, plugin – plugin tersebut tidak ada yang memiliki double fungsi.

4. Optimasi Gambar

Saya membagi tiga golongan untuk ukuran gambar di dalam website yang Saya optimasi, yang pertama adalah golongan gambar paling ringan, yang kedua golongan gambar ringan, dan yang ketiga adalah standard ringan. Apa maksudnya?

Saya jabarkan satu satu ya, berikut penjelasannya:

1. Golongan Gambar Paling Ringan 1 – 30 kb

Biasanya Saya mengoptimasi gambar 1 sampai 30 kb menggunakan bantuan alat. Bagaimana caranya? Nah, pada golongan ini kendalanya adalah gambar pecah banget tapi bisa disiasati dengan alat pendukung berikut ini Compress Image

Point pada saat kompres jangan sampai merah karena kualitas akan jelek banget.
Point pada saat kompres jangan sampai merah karena kualitas akan jelek banget.

Upload gambar yang ingin di optimasi, kemudian atur untuk ukurannya, usahakan point yang ada pada gambar jangan sampai berwarna merah karena kualitasnya dijamin jelek banget.

2. Golongan Gambar Ringan 31 – 60 kb

Untuk golongan ini Saya pakai ketika gambar tidak bisa lagi dikompres sampai golongan paling ringan. Ya, golongan gambar ringan ini cukup ideal untuk optimasi gambar.

3. Golongan Gambar Standard Ringan 61 – 200 kb

Ya, usahakan ketika Kamu mengoptimasi gambar mentok diukuran tersebut karena menurut Saya ini adalah ukuran dimana gambar masih bisa diakses walaupun koneksi internet tidak stabil.

Semua tergantung kebutuhan Kamu, jika gambar Kamu ingin bagus dan tidak pecah, Kamu bisa menggunakan gambar high quality tapi resikonya agak lemot ketika di akses.

Jadi, semua pilihan ada pada diri Kamu. Mau yang cepat atau yang bagus?

5. Atur Halaman Homepage Agar Tidak Banyak Beban

Tampilan halaman utama website infodong.id
Tampilan halaman utama website infodong.id

Website infodong.id Saya setting hanya 4 gambar thumbnail di halaman utama, mengapa? Cara ini Saya lakukan agar ketika diakses pertama kali, halaman utama tidak banyak beban load.

Sisanya, Saya menggunakan teks biasa di sidebar, meletakkan judul artikel yang mengarah ke masing – masing konten.

6. Optimasi Script

Optimasi script pihak ketiga seperti Google Analytics, Google Webmaster, Google Adsense dan lain lain. Kamu bisa mengoptimasi script pihak ketiga tersebut menggunakan plugin cache yang memiliki fitur scripts delaying.

Contohnya Saya menggunakan plugin Flying Scripts by WP Speed Matters untuk mengoptimasi script Adsense dan lain lain. Dan hasilnya dapat meningkatkan performa website.

7. Font

System fonts website infodong.id
System fonts website infodong.id

Untuk font website bagusnya menggunakan system fonts, font bawaan template atau default font. Saya sendiri menerapkan font untuk website infodong.id menggunakan system fonts, dan hasilnya lancar, tidak ada kendala dalam pemuatan font di website.

8. Hapus Theme yang Tidak Terpakai

Gunakan template 2 saja di dalam dashboard wordpress Kamu agar tidak terlalu banyak file di hosting. Template yang satu adalah template utama website Kamu dan yang kedua template cadangan.

Untuk template cadangan pilih saja template seperti Twenty Fifteen, Twenty Twenty, Divi, Astra dan lain-lainnya.

9. Hapus Plugin yang Tidak Terpakai

Banyak sekali plugin – plugin wordpress yang bisa membantu kebutuhan website Kamu. Tapi perlu diingat, jangan asal dalam memilih plugin karena bisa berdampak buruk bagi performa website.

Jika ada plugin yang tidak terpakai alias nganggur, lebih baik Kamu langsung hapus saja agar tidak menggangu performa website. Di dashboard website infodong juga tidak ada plugin yang nganggur, semua digunakan pada fungsinya masing – masing.

Berdasarkan pengalaman Saya, Saya hanya menggunakan plugin sesuai kebutuhan website seperti plugin Yoast SEO, LiteSpeed Cache dan sebagainya, yang benar – benar berdampak baik dan bagus untuk website. Jadi, pilihlah plugin yang tepat ya.

10. Embed Video

Jika ada konten video, Saya sarankan menggunakan embed video yang memiliki server bagus dan stabil seperti dari Youtube. Bisa juga konten video diletakkan di hosting sendiri, tentu akan membebani server. Jadi lebih baik memakai embed video.

11. Gunakan Plugin LiteSpeed Cache

Menurut Saya, salah satu senjata yang paling berpengaruh dalam mengoptimalkan kecepatan website adalah plugin LiteSpeed Cache. Ya, plugin ini sangat luar biasa sekali memberikan dampak yang bagus terhadap kecepatan website.

Untuk Minify file HTML, CSS dan JavaScript (JS) hingga Browser Cache sudah terdapat di plugin ini. Jadi, plugin ini memiliki pengaruh besar dalam meningkatkan kecepatan website.

Jika konfigurasi Kamu tepat atau pengaturan Kamu tepat menggunakan plugin LiteSpeed Cache ini, website wordpress Kamu dijamin ngebut.

Namun sebaliknya, jika kurang tepat, website Kamu makin lemot dan akhirnya malah skor kecepatan Kamu makin buruk. (pada konten selanjutnya Saya akan membuat tutorial tentang pengaturan yang tepat untuk plugin LiteSpeed Cache).

Oleh karena itu, jangan asal dalam men-setting plugin tersebut ya sobat.

Saatnya Tes Kecepatan Website

Jika semua sudah dilakukan dengan baik, waktunya untuk mengecek skor kecepatan website Kamu. Ada beberapa website untuk tes kecepatan website, salah satunya milik Google.

Berikut adalah situs tes kecepatan website:

Kesimpulannya

Intinya, apapun yang Kamu lakukan untuk mengoptimalkan kecepatan website, jika mengalami perubahan menjadi lebih baik dari sebelumnya itu berarti Kamu berhasil. Terus mencoba, mencoba selalu ya!

Nah, mulai sekarang coba praktek langsung yuk cara mempercepat loading website tersebut agar Kamu dapat ilmunya. Kalau hanya dibaca dan tidak dipratekkan akan cepat lupa, benar kan?

Jika sobat menemukan kendala, Saya Open Q&A seputar kecepatan website, Saya jawab sebisa Saya berdasarkan pengalaman. Silahkan tinggalkan komentar dibawah ini ya sobat.

Leave a Comment