Home > InfoBola > Terkuak! Ini 4 Hal yang Buat Fans Klub Sepak Bola Benci dengan Rivalnya

Terkuak! Ini 4 Hal yang Buat Fans Klub Sepak Bola Benci dengan Rivalnya

Sudah menjadi rahasia umum bila dalam ranah sepakbola, seorang fans akan membenci fans-fans klub lainnya. Hal tersebut tak lepas dari persaingan yang tinggi antar klub dalam mencari sebuah kemenangan, bahkan sebuah gelar juara.

Kebencian para fans klub kepada fans klub lain dapat terjadi karena berbagai alasan. Seperti rival sekota, yang ingin menunjukkan eksistensi klub mana yang terbaik di kota tersebut, Atau dapat ditilik dari sejarahnya, yang memang terjadi pergesekan antar masyarakat di luar ranah sepakbola sebelumnya, dan berimbas pada adu gengsi di tribun penonton stadion.

Berikut ini adalah beberapa alasan kenapa fans-fans klub sepakbola tertentu sangat membenci fans klub lainnya.

Merasa Rumput Tetangga Lebih Hijau

Percayalah, istilah ‘rumput tetangga lebih hijau’ juga berlaku dalam ranah sepakbola. Mereka yang menjadi penggemar klub-klub besar seperti Manchester United, Barcelona, Real Madrid, atau bahkan Bayern Munchen juga tetap merasakan hal tersebut.

Mereka merasakan kebencian akan hasil yang diperoleh sang rival. Seperti halnya fans Barcelona, yang tentunya akan merasa kesal ketika Real Madrid berhasil menjuarai gelar Liga Champions selama dua kali berturut-turut. Padahal, Barcelona di kancah Liga Champions juga tidak buruk-buruk amat.

Begitu pula dengan fans Manchester United, yang jengkel dengan keberhasilan sang rival abadi, Liverpool, di kancah Liga Champions. Padahal, Setan Merah jauh lebih sukses di kancah domestik dibandingkan dengan Liverpool.

Rasa Sombong yang Timbul dalam Diri Fans

Salah satu alasan kenapa seseorang bisa sangat loyal untuk mendukung sebuah klub, atau menjadi fanatik adalah karena rasa sombong yang timbul dalam diri mereka. Tidak bisa dipungkiri lagi, rasa sombong untuk memperlihatkan kehebatan klub yang ia dambakan kepada fans lain, merupakan pemicu akan timbulnya sebuah kebencian.

Contoh nyatanya terdapat pada fans Manchester United dan Liverpool. Keduanya merupakan klub tersukses di Tanah Inggris. Setan Merah sukses di kancah domestik dengan 20 gelar juara, sementara Liverpool merupakan klub Inggris tersukses di kancah Liga Champions maupun Liga Europa.

Alih-alih bangga dengan prestasi klubnya, para fans tersebut justru menyombongkan diri satu sama lain dengan saling melakukan hinaan. Sehingga jangan heran bila kedua fans tersebut dapat dikatakan tak pernah akur karena besarnya kebencian yang timbul.

Merasa Lebih Benar Dibandingkan Fans Lain

“Apakah kamu fans Real Madrid? Apakah kamu pernah memainkan lima hingga enam pemain akademi-mu di klub utama? Klub mu hanya bisa membeli pemain mahal dan berkualitas, lalu menyebutnya sebagai klub terbaik di dunia,” merupakan kalimat yang sering dilontarkan oleh para pendukung Barcelona kepada pendukung Real Madrid.

“Kamu fans Chelsea? Kamu tau siapa manajernya pada tahun 1990-2000an? Chelsea kemana aja sih sebelum tahun 2000 dimulai? Kamu hanya tahu Chelsea ketika saat orang Rusia itu mengambil alih klub! Dasar fans karbitan,’ ucap semua fans klub di Liga Primer Inggris kepada fans Chelsea.

Merasa sok suci, merasa paling baik, dan merasa paling benar merupakan kunci dari munculnya sebuah kebencian. Sehingga tidak heran, bila banyak fans-fans klub besar membenci fans-fans klub besar lainnya.

Klub Musuh Membeli Pemain Bintang di Klub Andalanmu

Tentu, hal ini pernah dirasakan oleh fans Barcelona saat Real Madrid, dengan kekayaan yang tak terbatas, membeli Luis Figo pada periode 2000an. Hal tersebut menambah kebencian penggemar La Blaugrana kepada Real Madrid, dan juga fans-nya.

Begitu pula dengan fans Arsenal, yang merasakan bagaimana para pemain bintangnya seperti Adebayor, Clichy, Nasri, Fabregas, Robin van Persie, hingga Alexis Sanchez hijrah ke klub rival. Tak mengherankan, bila fans Arsenal banyak membenci klub-klub di Liga Primer Inggris.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *