Home > Sepakbola > Bak Kacang Lupa Kulit, 3 Pemain Ini ‘Tersingkirkan’ dari Keberhasilan Klub

Bak Kacang Lupa Kulit, 3 Pemain Ini ‘Tersingkirkan’ dari Keberhasilan Klub

Banyak para pencinta sepakbola atau penggemar sebuah klub akan memandang beberapa pemain tertentu saja, bila klubnya berhasil meraih gelar juara. Seperti para fans Madrid akan tertuju pada sosok Cristiano Ronaldo dalam keberhasilan mereka saat meraih gelar Liga Champions dua kali berturut-turut.

Padahal, dalam tim tersebut terdapat beberapa pemain yang memiliki peran penting seperti Luka Modric dan Toni Kroos di lini tengah, Sergio Ramos dan Marcelo di lini belakang, serta konsistennya Keylor Navas dalam menjaga gawang Los Blancos.

Namun tahukah Anda, terdapat beberapa pesepakbola lain yang bernasib lebih ‘parah’ dibandingkan pemain-pemain Madrid tersebut? Berikut ulasannya.

Esteban Cambiasso

Banyak orang menganggap bahwa keberhasilan Inter Milan sebagai tim Italia pertama yang berhasil meraih treble winners di musim 2009/10 tak lepas dari peran serta Jose Mourinho, Samuel Eto’o, Diego Milito, serta Wesley Sneijder.

Padahal, raihan treble winners Inter di tahun tersebut tak lepas dari peran vital yang dimiliki oleh Esteban Cambiasso. Gelandang bertahan asal Argentina itu telah 10 tahun lamanya bermain untuk Inter, sejak kepindahannya dari Real Madrid di tahun 2004 dan memahami gaya permainan timnya secara matang.

Pria berkepala plontos itu memiliki kemampuan umpan yang mumpuni, serta mampu mendikte permainan lawan dan membuat peluang untuk timnya. Di musim 2009/10, Cambiasso menjadi andalan Mourinho di lini tengah dengan tampil 47 laga di segala ajang.

Park Ji-sung

Bermain selama tujuh tahun untuk Manchester United, Park Ji-sung dapat dikatakan sebagai pemain Asia tersukses yang bermain di Liga Primer Inggris, atau bahkan di Eropa. Namun sayang, berbagai gelar yang ia raih bersama Setan Merah tak selalu membuat namanya dipandang sama dengan beberapa bintang Man United lainnya.

Padahal, pemain yang kerap disebut punya tiga paru-paru itu memiliki andil besar dalam keberhasilan Man United selama bertahun-tahun, baik itu di Liga Primer Inggris maupun Liga Champions.

Stamina pemain asal Korea Selatan ini dianggap di atas rata-rata. Kemana-pun lawan berlari, maka ada Ji-sung di sana, karena mantan pemain PSV Eindhoven itu memang gemar berlari-lari di atas lapangan. Hal tersebutlah yang kerap mengganggu lawan dalam melakukan serangan.

Gilberto Silva

Apa yang Anda pikirkan tentang seorang pesepakbola asal Brasil? Tentunya, dia memiliki teknik yang tinggi serta mampu mengolah bola dengan lihai di antara kedua kakinya. Namun, tidak untuk Gilberto Silva.

Gelandang bertahan milik Arsenal itu sempat menjadi salah satu tim invincibles di musim 2003/04. Kala itu, The Gunners tidak terkalahkan di Liga Primer Inggris dan menjadi yang terbaik di Tanah Inggris.

Kedisiplinan dan kekuatannya membuat Wenger kala itu terus memainkannya di Liga Primer Inggris. Tercatat, ia hanya absen di enam laga, yang mana dua di antaranya untuk membela Timnas Brasil.

Meskipun begitu, dirinya tidak dipandang sebagai salah satu pemain yang dikenal dalam tim invincibles. Padahal, tanpa dirinya mungkin Arsenal tidak mungkin meraih prestasi tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *