Home > InfoFilm > Awas, 6 Film Animasi Ini Bukan untuk Anak-anak

Awas, 6 Film Animasi Ini Bukan untuk Anak-anak

Cuplikan film animasi Coraline.

Film animasi atau kartun biasanya identik ditujukan untuk anak-anak. Namun tidak untuk keenam film di bawah ini, yang tidak hanya bikin ngeri, tapi cerita dan gambarnya cukup vulgar. Berikut ini deretan film animasi yang hanya cocok untuk ditonton orang dewasa.

Grave of the Fireflies (1988)

Film garapan Studio Ghibli ini adalah jenis film yang bakal kamu sanggup nonton hanya satu kali. The Grave of the Fireflies berlatar belakang Perang Dunia II di Jepang. Film ini mengikuti kehidupan seorang anak laki-laki dan adik perempuannya dalam bertahan hidup di masa perang.

Meski film ini memakai animasi sederhana, tetapi kamu yang menontonnya akan merasa tidak nyaman. Kisahnya yang kelam akan membuatmu termangu memikirkan pahitnya efek perang kepada korban-korban tak bersalah.

Persepolis (2007)

Film animasi dewasa ini memang dibuat unik dengan desainnya yang amat minimalis. Persepolis diadaptasi dari novel grafis otobiografi Marjane Satrapi berjudul sama.

Baca Juga: Tayang November 2019, Simak Dulu Deretan Fakta Unik Film Frozen 2

Ceritanya merangkum perjalanan seorang gadis yang tumbuh dewasa dengan latar belakang Revolusi Iran. Ia digambarkan sebagai seorang pemberontak, tak hanya kepada pemerintah Iran, tapi juga skeptis terhadap orang-orang lain. Judul film ini sendiri adalah kota bersejarah, Persepolis.

Coraline (2009)

Jika kamu melihat cuplikan filmnya, mungkin kamu tak menyangka bahwa Coraline adalah film stop motion bergenre horor fantasi. Ya, meski merupakan film animasi, anak-anak pasti tidak akan nyaman menontonnya.

Di sini Dakota Fanning mengisi suara Coraline, anak perempuan yang berpetualang menemukan dunia paralel mengerikan di balik sebuah pintu rahasia. Ia tak menyadari bahwa dunia alternatif tersebut menyimpan rahasia kelam dan kejam.

Mary and Max (2009)

Mary and Max adalah film stop motion buatan Australia. Meski tak terlalu populer saat dirilis, Mary and Max memiliki deretan pengisi suara papan atas, seperti Toni Collette, Philip Seymour Hoffman, dan Eric Bana.

Kisah dalam film ini terdengar begitu miris. Mary Daisy Dinkle, seorang anak perempuan 8 tahun, sering digoda oleh teman-temannya karena tanda lahir di dahinya. Ditambah lagi, Mary memiliki ayah yang alkoholik dan ibu yang kleptomania. Ia lalu menjalin persahabatan dengan Max Jerry Horowitz, seorang pria 44 tahun yang obesitas, kesepian, dan depresi.

Anomalisa (2015)

Film drama komedi bergaya stop motion ini disutradarai oleh Charlie Kaufman. Anomalisa berkisah tentang ahli customer service kesepian yang merasa semua orang adalah orang yang sama, sampai akhirnya ia bertemu dengan wanita unik di sebuah hotel di Cincinnati.

Film ini jelas ditujukan untuk dewasa karena muatan seksualnya yang vulgar, mengandung adegan sureal, serta menggunakan nyaris 50 kata kasar. Namun kamu bisa terhipnotis dengan animasinya yang terlihat sangat nyata.

Baca Juga: 6 Film Kartun Termahal Sepanjang Masa, Sampai Triliunan Rupiah! 

Sausage Party (2016)

Dari poster dan trailernya, Sausage Party memang tampak menyenangkan. Namun jika kamu jeli mendengar percakapannya, jelas saja film CGI ini khusus untuk dewasa.

Filmnya berkisah tentang sosis bernama Frank yang tinggal di sebuah supermarket. Ia kemudian menyadari soal eksistensinya dan berpetualang bersama teman-temannya untuk lari dari takdir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *