4 Pengkhianat Negara namun Jago di Atas Lapangan Sepak Bola

Banyak penggemar sepakbola dunia memahami bahwa Brasil dan Argentina merupakan negara yang kerap menghasilkan para pesepakbola terbaik di dunia sejak dahulu. Seperti Diego Maradona dan Lionel Messi dari Argentina, atau Pele, Ronaldo da Lima, serta Neymar Jr yang terlahir sebagai pesepakbola Brasil.

Mereka pun berkembang bersama klub yang mereka bela, serta menjadi bintang sepakbola di level Tim Nasional (Timnas). Namun, tidak semua pesepakbola top yang terkenal di level Timnas lahir di negara tersebut. Berikut beberapa pesepakbola terkenal yang terlahir di beda negara dengan timnas yang dibelanya.

Diego Costa (Brasil ke Spanyol)

Mantan bintang Chelsea, Diego Costa, merupakan pemain kelahiran Brasil, tepatnya di daerah bernama Lagarto pada 7 Oktober 1988. Sebelumnya, pemain berusia 29 tahun itu sempat beberapa kali membela Timnas Brasil, tepatnya dua kali dalam ajang persahabatan yang tidak terdaftar dalam FIFA.

Hal tersebut membuat Costa memutuskan untuk pindah kewarganeraan ke Spanyol, karena telah lebih dari tujuh tahun lamanya membela klub asal Spanyol sejak tahun 2007 seperti Atletico Madrid, Celta Vigo, Albacete, Real Valladolid, hingga Rayo Vallecano. Costa pun menjadi warga negara Spanyol pada tahun 2013.

Tak ingin menyiakan kehebatan Costa, Federasi Sepakbola Spanyol pun meminta kepada FIFA untuk mengizinkan Costa bermain di Timnas Spanyol. Sang pemain pun juga telah memberikan surat kepada Federasi Sepakbola Brasil, yang mana menyetujuinya.

Lukas Podolski (Polandia ke Jerman)

Salah satu penyerang tajam di eranya, Lukas Podolski, merupakan pemain kelahiran Polandia pada 4 Juni 1985 di daerah bernama Gliwice. Saat menginjak usia dua tahun, dirinya bersama keluarganya melakukan imigrasi ke Jerman karena beberapa alasan.

Pada tahun 2003, salah satu media Polandia meminta kepada pelatih Timnas Polandia kala itu, Pawel Janas, untuk memanggil Podolski ke tim utama mengingat potensi mantan pemain Arsenal itu kian membaik bersama FC Koln. Terlebih, Podolski kala itu hanya membela Timnas Junior Jerman saja.

Namun, Janas menolak hal tersebut dan mengatakan bahwa masih banyak penyerang yang lebih bagus dibandingkan Podolski. Hal tersebut diperkuat dengan dirinya yang jarang tampil sebagai pemain utama FC Koln.

Podolski pun menjawabnya dengan bermain cemerlang, dan membuat Bayern Munchen tertarik. The Bavarians pun membelinya dengan harga 10 juta euro pada Juli 2006. Sebelumnya, Podolski telah bermain untuk Timnas Jerman di usia 19 tahun pada tahun 2004.

Dijabarkan bahwa Federasi Sepakbola Polandia, seperti yang dikatakan oleh Podolski, tidak pernah peduli dengan perkembangan dirinya di Jerman. Hingga pada akhirnya ia bermain untuk Timnas Jerman U-21 dan diliput oleh media, pihak Polandia pun menaruh minat kepadanya. Meski begitu, dirinya enggan untuk kembali ke Polandia dan menetap di Jerman.

Pepe (Brasil ke Portugal)

Masih sedikit orang yang mengetahui bahwa mantan bek Real Madrid, Kepler Laveran Lima Ferreira atau biasa disebut dengan Pepe, dulunya adalah warga Brasil. Pasalnya Pepe sendiri dikenal sebagai bek ‘bengal’ milik Timnas Portugal.

Berawal dari saat dirinya berumur 18 tahun di tahun 2002, Pepe pindah ke Portugal untuk bermain dengan klub CS Maritimo dari klub masa kecilnya, Alagoano. Meskipun masih berstatus sebagai warga negara Brasil, Pepe saat itu belum pernah mendapatkan panggilan untuk membela Timnas Brasil Junior.

Pada tahun 2006, ayah Pepe mengakui adanya panggilan dari pelatih Timnas Brasil Senior kala itu, Dunga, untuk meminta Pepe datang mengikuti seleksi skuat Piala Dunia 2006. Namun, Pepe menolaknya dan memutuskan untuk menjadi warga negara Portugal.

Dirinya pun sah menjadi warga negara Portugal pada Agustus 2007. Tak lama setelahnya, dirinya juga dipanggil untuk kali pertama bersama Timnas Portugal.

Kevin-Prince Boateng (Jerman ke Ghana)

Mungkin Anda pernah dibuat heran dengan Boateng bersaudara. Ya, Kevin-Prince Boateng memiliki saudara tiri bernama Jerome Boateng. Kevin lahir dan dibesarkan di Berlin, Jerman. Klub pertamanya pun juga klub asal Jerman, Hertha Belin SC.

Kevin juga sempat bermain untuk Timnas Jerman U-19 dan U-21, sebelum akhirnya didepan dari Timnas U-21 di tahun 2007 karena melanggar aturan jam malam. Setelahnya di tahun 2009, Jerman U-21 kembali memanggil dirinya namun Kevin menolaknya dan tidak ada lagi keinginan untuk bermain di Timnas Jerman.

Akhirnya, ia pun mengubah statusnya menjadi warga negara Ghana di tahun 2010, dan memperbolehkan dirinya untuk bergabung ke dalam Timnas Ghana, dan tampil di Piala Dunia 2010. Uniknya, setahun kemudian dia memutuskan untuk pensiun dari sepakbola internasional di saat umurnya yang baru menginjak 24 tahun karena alasan cedera.

Namun, dirinya memutuskan untuk kembali ke Timnas Ghana dan bermain di Piala Dunia 2014. Meskipun begitu, dirinya tidak memperkuat Ghana di Brasil karena mendapatkan hukuman lantaran melanggar aturan kedisiplinan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *